Tuesday, March 2, 2010

MATI

Merekalah jiwa-jiwa Barzakh
Malam gelap……
Malam sunyi……
Malam senyap……

Dalam kesendirian malam, keramaian padang ilalang, jiwa barzakh melangkah melewati gundukan-gundukan tanah membujur teratur. TANAH PEKUBURAN…….

Disebuah gundukan yang bertuliskan namanya, jiwa barzakh itu berhenti, menunduk dan sejurus kemudian berdo’a diiringi isak tangis halilintar, gemetar.

Tangannya meraih skup yang sudah tergeletak sejak tadi dipinggir kubur, dan mulailah menggali.
Lima menit berlalu, dan menganga lubang kecil yang memang sudah biasa dibuka. Sekelilingnya disemen rapi. Jiwa barzakh masuk kedalamnya, menutup pintu atasnya, dan mulailah ia merenung.

“Inilah rumahku sesungguhnya. Rumah abadi, rumah kesendirian, rumah kegelapan”. G E L A P.

Jiwa barzakh mendudukkan tubuhnya, bersila. Sekelebat bayangan hadits nabi mulai memenuhi memorinya. “Wakafaa bil mauti waaidzo” dan cukuplah kematian menjadi nasihat.

Tangisan mulai mendera. Air mata mulai menghiasi wajahnya. Guncangan kembali terasa.

“Siapakah engkau?’ tanya jiwa barzakh.
“Aku adalah utusan ALLAH, yang akan mencabut nyawamu. Telah habis masamu di dunia”
“Tidak, tidak, aku belum siap !!!”
“ALLAH telah memberimu waktu untuk beramal. Telah datang peringatan kepadamu tentang usiamu yang hampir usai, tidak ada lagi kesempatan buatmu !!!”
“Tidak,…..tidak…..”
Ditariknya jiwa dari ubun-ubun.
“Sakit……sakiiiiiiit……toloo

ooong”
Meronta, ditarik, jiwa barzakh melawan, ditarik lagi,
“Tidaaaaaaaaaaak”
ditarik lagi
“Tidaaaaaaaaaaak”
ditarik lagi,
“Tidaaaaaaaaaaak…………
“Tidaaaaaaaaaaak…………
Aaaaaaaaaaaaaaa………….
Jiwa-jiwa barzakh itu menangis, dalam kubur, sunyi, sepi…

Merekalah jiwa-jiwa barzakh
Kubur gelap…..
Kubur sunyi…..
Kubur senyap…

Jiwa itu dibungkus dalam kain kafan yang hitam, basi baunya, bau menyebar kebusukan.
Dibawa naik keatas langit
Tidak bertemu dengan malaikat penjaga langit, kecuali ditanya,
“Jiwa siapakah yang bau busuk ini?”
“Jiwa fulan bin fulan” disebutkan nama jiwa barzakh dengan sebutan yang amat menyeramkan, menggetarkan, menggelegar.
Kembali jiwa barzakh menangis.
Lalu malaikat pembawa sampai dipintu langit, minta dibukakan pintunya.

Pintu langit tidak terbuka, malah terdengar jawaban. “Laa tufattahu lahum abwaabussamaa’iWalaa yadkhulunal jannata hatta yalijal jamalu fii sammil khiyaath”
“Bagi mereka-mereka yang ingkar kepada ALLAH, tidak akan pernah dibukakan pintu langit dan tidak akan pernah masuk kedalam syurga, sampai unta masuk kedalam lubang jarum”.

Terdengar suara

“Dusta hamba Ku, catatkan namanya dalam kitab sijjin, daftarkan ia dineraka jahannam”. Lalu jiwa itu dicampakkan kembali kedunia, dilempar masuk dalam alam kubur. Jiwa barzakh melolong.
“Oh ya ALLAH, ampuni dosa hamba Mu. Kutahu kehidupan didunia hanyalah sebentar. Dan aku akan menghadap kepada Mu, kembali ketempat tujuanku. Kehidupan hari akhir yang penuh dengan kegamangan, kebingungan dan ketakutan orang-orang yang ingkar. Hamba sadar, hamba sadar, hamba sadar……..ALLAH.

Merekalah jiwa-jiwa barzakh
Alam gelap…..
Alam sunyi…..
Alam senyap…

Datang dua orang malaikat
“SIAPA TUHAN MU?” gemetar tanya mereka.
“Aku…aku…aku…tidak tahuuuuu………….”
Ya ALLAH, kenapa lidah ini begitu kelu menyebut asma Mu, kenapa lisan ini begitu kaku. Sungguh, aku telah menghafalnya di dunia, telah kuulang puluhan, ratusan, ribuan ,milyaran kali…… tapi kenapa ya ALLAH,
Apakah kurang khusyu shalatku?,
Apakah kurang panjang do’a ku?,
Apakah kurang basah lisanku?,
Apakah kurang cintaku, dan kurusak dengan cinta-cinta lain selain Mu? Oh….ALLAH.
“Aku…aa….aku tidak tahuuuuuuu…….
“Rasakan siksanya!!!”
Gada, palu, dan rantai menghampiri tubuhnya,
H A N C U R,
Darah berceceran,
Sakit, menjerit, aaaaa….
Dibarukan lagi, dihancurkan lagi,
Darah mengalir, sakit, menjerit, aaaaaaaaa, dibarukan lagi.

“SIAPA NABI MU?” gelegar tanya mereka.
“Aku,…aku…aku…tidak tahuuuuu…..”
Ya habibi, ya Muhammad, kenapa lidah ini begitu kelu menyebutmu, kenapa aku sulit menjawab pertanyaan ini, kenapa? Sungguh telah kuikuti langkahmu, mengajak manusia, berda’wah dengan sungguh-sungguh kepada mereka, mengajak mereka mengenal ALLAH dan engkau. Sungguh telah kuamalkan semua sunahmu. Kujauhi semua laranganmu. Telah kurindu engkau dalam hatiku, bersemayam engkau dalam lubuk batinku.
Apakah kurang ikhlas da’wahku?
Apakah kurang pengorbananku dalam da’wah ini?
Apakah ia diiringi dengan riya’, dan mengharapkan pamrih manusia? Oh, Muhammad.
“Aku….aku…aku tidak tahuuuuu….”
“Rasakan siksanya!!!”

“APA KITAB MU?” gelegar petir tanya mereka.
“Aku..aku….aku… tidak tahuuuuu…..”
Ya hudaaan, ya Qur’an, kenapa lagi lidahku? Kenapa namamu tak mampu kusebut dan kujawab pertanyaan ini, agar selesai sudah semua penderitaan?
Telah kubaca engkau, dihari-hari sibukku, penghias batinku ditengah-tengah kehidupan yang penuh coreng moreng nista, dosa dan maksiat. Telah kuhafal engkau sebagai teman malamku. Saat orang lain terlelap, kulantunkan kalimatmu yang indah, dan menangis daku. Mana air mataku, ia telah menjadi saksi bahwa aku pernah menangis didunia karena membacamu. Telah kubela engkau, saat manusia bodoh menghina dan menginjak-injak isi kandunganmu.
Apakah kurang suci lisanku?
Apakah kurang baik tajwidku?
Apakah kupermainkan engkau, karena kutahu isinya namun tak mengamalkan?Oh….Qur’an , “aku….aku….aku tidak tahuuu…….”
“Rasakan siksanya!!!!”

“DI MANA KIBLATMU?” tanya mereka
“Oh……oh….oh aku tidak tahuuuu….”
Ya Ka’bah mukarromah, kenapakah lidahku? Kenapa engkau tak mampu kusebut dan kujawab pertanyaan ini agar ringan penderitaanku? Sungguh, telah kuhadapkan wajahku mengarah kepadamu, puluhan kali dalam sehari. Kutambah amalan yang wajib dengan shalat-shalat sunnah. Telah kuraba engkau, sesampainya dirumahmu bersama jutaan manusia lain yang melaksanakan haji. Telah sering kubincangkan engkau dalam seruan mengajak manusia untuk membangun masjid agar bertambah banyak yang mengarahkan wajahnya padamu.
Apakah kurang bermakna shalatku?
Apakah kurang lantunan takbirku?
Apakah kukhianati engkau, karena ada kiblat lain dalam kehidupanku? Oh….Ka’bah mukarromah.
“aku…aku…akutidak tahuuuu……”
“Rasakan siksanya!!!”
Gada, palu dan rantai menghampiri tubuhnya, HANCUR, Darah berceceran, sakit, menjerit,aaaa……
Dibarukan lagi,
Dihancurkan lagi, Darah mengalir, sakit, menjerit, aaaaa, dibarukan lagi.
Jiwa-jiwa barzakh menangis, pilu menyayat hati. Mengguncang keras bagai pipit, menghias dinding-dinding kubur yang sempit, menghimpit.

Merekalah jiwa-jiwa barzakh…

Seluruh tubuhnya basah dengan air mata.Kristal-kristal putih berloncatan dari matanya yang sendu kuyu. Linangannya menggenang jatuh kedasar kubur buatan yang sengaja dikarya jiwa berzakh untuk selalu mengingatkannya pada rumah abadi.
Ditempat inilah, jiwa berzakh mengadukan keluh kesahnya kepada ALLAH, zat yang menciptakan mereka tentang kelemahan dirinya. Mereka, jiwa-jiwa berzakh itu selalu merasa tak sempurna walau telah berusaha memenuhi tugasnya didunia. Mereka siapkan hidupnya untuk menjawab pertanyaan sulit, hasil evaluasinya terhadap fungsi kehidupannya sebagai manusia.
Mereka, jiwa-jiwa berzakh itu sadar, mereka akan masuk kedalam kubur buatannya. Suatu hari nanti. Dan tak akan pernah membukanya kembali sampai saat ia dibangunkan dialam mahsyar. Ia tebar banyak saksi, kristal air mata disana, agar dapat membelanya, menunjukkan pada sang penanya, Munkar-Nakir, bahwa ia pernah menangis ditempat ini, mengingat kematian. Dan alam berzakh……
Malam ini, jiwa berzakh itu masih dapat membuka pintu kubur, untuk melanjutkan kehidupan. Entah sampai kapan waktunya……..

Merekalah jiwa-jiwa barzakh…..
Malam gelap, kubur gelap, langit gelap,
Hati terang seterang rembulan……………

# Al-‘Izzah ed……. #

“ Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak pula mereka masuk syurga, hingga unta masuk kelobang jarum. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.
Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan diatas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami beri balasan kepada orang-orang yang zalim.”

QS. Al- A’raaf : 40 & 41.

Bang!!!

Study..study...study....that is my my life for today....to be a success person..success in dunya wal akhirat....no body know but i know what i want....i want to make my mum proud with her little daughter....then,i will make sure that people around me happy ever after....but right now may i have some of my time to make me enjoy and happy by myself before i make other people happy?? i hope so....

^_^ Be strong......

PLeASE don't ever hurt me..........i can't accept it......if i can back to my past moment i'll back to make a correction in my life.......but that's qada n qadar that i must to accept.....ya....i'm redha what happen in my life...Ya Allah...u always with me to hear my sadness, my problems and my happiness.....Alhamdulillah....=)

Sunday, February 21, 2010

2010 Ku Kembali!!!


Wah..wah..wah...dh lama nmppknye cik lala x update blog ni.....hai...b4 terlambat i wish HAPPY 2010....hehehe...hurm...nmpknye hampir 2 bln dh msuk thn bru nih...hehehe...mcm2 ragam terjadi.....oh...b4 terlupe...skrg lala dh x der kt Shah Alam...skrg dh tkar to Puncak Alam...but still Alam lg kn...hehehe.....^_^.....

Saturday, September 19, 2009

Camat Hari Raya Aidilfitri


I WISH TO U ALL OF U SELAMAT HARI RAYA AIDILFITRI MAAF ZAHIR N BATIN... =)
SEMOGA KITA SEMUA MENDAPAT RAHMAT DARI DIA YANG ESA...AMIN>>>

Sunday, August 23, 2009

HAPPY FASTING...

Semoga sume mendapat Rahmat dari Allah di bulan yg mulia ini, Bulan Ramadhan Al-Mubarak

Sunday, August 2, 2009

cuti ceminggu.......H1N1..


Dh lama nmpaknye lala x update this blog....sory everybody...i'm very bz....But sememangnye byk citer yg lala nk share cume x ckup timing nk mengarang....Hmmm..The latest issue is H1N1...WAAAAAAAA....very dangerous...Aduih.........UiTM skarg cuti selama seminggu n bermula smula kuliah pada 3hb Ogos 2009..Fuh...Alamak nampak gayanye raya nanti cikit je la cuti.,.HUhuhu...cdihnye....sebelum terlupe To all of people in this world, please take care urself very well k....